Jumat, 24 Mei 2013

Penyakit Hematemesis dan Gejala ditimbulkan

Penyakit Hematemesis dan Gejala ditimbulkan

Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran faeses atau tinja yang berwarna hitam seperti ter yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran makan bagian atas. Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal.

PENYEBAB Hematemesis

      Saluran cerna  Gastroduodenal gastik ulserasi dan erosi, esophageal ulserasi dan erosi.  Di luar saluran cerna  Koagulopati, hemoptysis, upper respiratory
isease (epistaksis), oral disease.

Pada hewan muda biasanya karena menelan benda asing sedangkan hewan tua  umumnya karena neoplasia.

PATOFISIOLOGI

          Adanya kerusakan mukosa pada esophagus, lambung, intestinal bagian depan akan  meicu terjadinya inflamasi dan hemoragis. Koagulopati juga menjadi penyebab  terjadinya hematemesis. Bisa jadi hewan juga mengalami vomit darah yang berasal dari perdarahan rongga mulut atau saluran respirasi yang tertelan.

GEJALA KLINIS

        Gejala utama adalah vomit. Vomitus berupa bercak darah, darah segar, gumpalan darah, atau darah yang terdigesti yang tampak seperti endapan kopi atau �coffe  ground�. Adanya gumpalan darah atau darah yang terdigesti menunjukkan adanya  penyakit yang serius. Membaran mukosa pucat bila pasien mengalami anemia.

Pengkajian Kebutuhan Fisiologis
-    Oksigen
-    Cairan
-    Nutrisi
-    Temperatur
-    eliminasi

Diagnosa Keperawatan yang Muncul

1. Defisit volume cairan sehubungan dengan perdarahan (kehilangan secara aktif)
2. Potensial gangguan perfusi jaringan sehubungan dengan hipovolemik karena perdarahan.
3. Tidak efektifnya pola napas sehubungan dengan asites dan menurunnya pengembangan diafragma.
4. Potensial inferksi sehubungan dengan berkurangnya sel darah putih.
5. Gangguan rasa nyaman: nyeri sehubungan dengan rasa panas/terbakar pada mukosa lambung dan rongga mulut. atau spasme otot dinding perut.
6. Kurangnya pengetahuan sehubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakitnya.
7. Kecemasan sehubungan dengan penyakitnya.
8. Risiko tinggi terjadinya gangguan kesadaaran.

Biasanya terjadi hematemesis bila ada perdarahan di daerah proksimal jejunun dan melena dapat terjadi tersendiri atau bersama-sama dengan hematemesis. Paling sedikit terjadi perdarahan sebanyak 50-100 ml, baru dijumpai keadaan melena. Banyaknya darah yang keluar selama hematemesis atau melena sulit dipakai sebagai patokan untuk menduga besar kecilnya perdarahan saluran makan bagian atas. Hematemesis dan melena merupakan suatu keadaan yang gawat dan memerlukan perawatan segera di rumah sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar