Jumat, 28 September 2012

Taubat Nasuha dan Manfaatnya

Manfaat Taubat Nasuha

Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.

Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."

Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".

Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

Di bulan pengampunan, Ramadhan yang "Syahrul Maghfirah" ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah "Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka" (H.R. Ibnu Huzaimah).
Manfaat Taubat
Ketahuilah wahai hamba Allah, sesungguhnya taubat memiliki manfaat yang besar. Cukuplah bagi orang yang bertaubat termasuk golongan orang-orang yang adil di hadapan Allah, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Hujur�t ayat 11:
Artinya: "Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim." (Q.S. al-Hujur�t : 11)

Dari ayat di atas, sesuatu dapat diketahui dari lawannya (naq�dh). Lawan dari zhalim adalah adil yang merupakan sifat orang-orang taubat. Dan, di antara manfaat taubat adalah sebagai berikut

1.Senjata akhlak 
Taubat adalah salah satu senjata iman, bahkan ia menjadi senjata yang sangat ampuh yang digunakan manusia dalam dirinya. Senjata ini dapat merubah tabiat hidup manusia. Oleh karenanya, seorang penulis berkebangsaan Belanda, Francistal, dalam tulisan yang dimuat dalam majalah Islam yang diterbitkan oleh Jam�iyah Islamiyah di Inggris berkata: "Taubat dalam Islam adalah media bagi seseorang untuk merubah dirinya. Taubat adalah senjata akhlak (etika) yang sangat penting. Di dalam taubat terdapat penyesalan, perubahan, dan peralihan." 

2. Menghormati diri
Di antara manfaat taubat adalah manusia menghormati dirinya sendiri setelah dia menghina dan membencinya ketika terpuruk dalam kemaksiatan. Adapun setelah taubat, kenyataan berubah. Karena, orang yang bertaubat mencintai dan menghormati dirinya. Itu semua terjadi karena beberapa hal berikut ini: 
a. Taubat membuka pintu harapan bagi manusia yang bingung sebab dibayang-bayangi oleh kesalahan dan dosanya. Yang demikian karena setelah taubat, harapan menjadikannya merasakan ketenangan jiwa.
b. Taubat mendorong hamba untuk menghormati dirinya setelah dia merendahkannya karena dosa.
c. Taubat mendorong hamba untuk bebas dari perasaan berdosa dan takut.


3. Keberkahan amal dan kelembutan hati
Sesungguhnya taubat memiliki pengaruh bagi hati. Dalam hal ini Ibnu al-Jauziyah berkata: "Sesungguhnya taubat mewajibakan bagi pelakunya cinta, kelembutan, syukur kepada Allah, mengharapkan ridha-Nya, dan amal ibadah lainnya." Jika hamba bertaubat kepada Allah �dan taubatnya diterima, maka dia akan menemukan bermacam-macam nikmat yang dia tidak ketahui rinciannya, tetapi dia selalu merasakan dalam keberkahan-Nya selama dia tidak merusak dan membatalkan taubatnya.

4. Mengganti keburukan
Allah berfirman dalam surat al-Furq�n ayat 70:
Artinya: "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. al-Furq�n : 70)

Ini adalah manfaat paling besar yang mendorong hamba untuk bertaubat pada setiap saat dalam hidupnya. Taubat menghapus kesalahan-kesalahan yang telah lampau. Dan, seseorang menjadi senantiasa seperti ketika dilahirkan oleh ibunya, yaitu dalam keadaan suci dan bersih setelah dia mengikrarkan taubat.  
Tag: manfaat taubat nasuha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar